Tangkap Kelinci di Kuntum Farm Field Bogor

     Gimana kabarnya? Semoga semuanya baik, sehat dan selalu semangat jalan-jalan, ya. Masih suasana Ramadan, selamat menjalankan ibadah puasa buat Teman-teman muslim moga puasanya lancar berkah. Aamiin. Akhir pekan Mei lalu, kami sekeluarga jalan-jalan ke Kuntum Farm Field Bogor.  Buat yang belum tahu, di tempat ini bisa lihat aneka satwa, kasih makan, petik sayuran, dan paling seru buat si kecil yaitu tangkap kelinci. Lokasi Kuntum Farm Field di Tajur, kawasan yang biasa dikenal sebagai sentra tas. Kini bertambah area wisata nuansa edukasi yang sayang kalau dilewatkan.

Si putri kecil Sera (3,8 tahun) suka banget yang namanya jalan-jalan dan ketemu binatang.  Dalam sebulan terakhir, tepatnya tiga minggu sebelum ke Kuntum kami pergi lihat atraksi Lumba-lumba di Ocean Dream Samudra.  Buat Sera, pengalaman nonton atraksi hewan berkesan dalam di benaknya.  Hampir tiap hari, dia nagih minta balik lagi ke Ocean Dream.  (Tiap hari? yang bener aja Nak?)

Usia balita memang sedang masa-masanya bereksplorasi apa saja, misalnya binatang. Terhadap binatang Sera seperti menemukan minat terbesarnya, punya binatang favorit yaitu gajah, kuda, dan lumba-lumba. Saya suka cerita ke Sera tentang binatang dari buku bacaan, juga tontonan macam Animal Planet dan National Geographic.  Satu waktu Sera bercita-cita pengin jadi dokter gajah, lalu berubah lagi jadi dokter kuda eh sekarang berubah lagi ingin jadi dokter lumba-lumba.  Sepertinya dia galau...

Main ke tempat wisata yang ada binatangnya seru, tapi akan lebih seru kalau anak bisa punya pengalaman interaksi seperti sentuhan, kasih makan, atau lari kejar binatang.  Maka dari itu saya pilih alternatif wisata yang bisa berikan pengalaman seperti tadi dan ajak Sera ke Kuntum Farm Field.

Kuntum Farm Field namanya dulu Kuntum Nurseries.  Kata nursery berarti persemaian bibit tanaman.  Dari web kuntum-nurseries.com pendirian awalnya untuk membudidayakan tanaman-tanaman langka yang lokasinya nggak jauh dari paru-paru kota bogor, Kebun Raya Bogor.  Sehingga Kuntum Nurseries dijadikan tempat tujuan agrowisata.  Makin lama fasilitasnya bukan cuma pelestarian tanaman saja tapi merambah ke wisata hewan ternak dan lain sebagainya. Mungkin inilah yang mengubah nama Kuntum Nurseries jadi Kuntum Farm Field supaya cakupan nama dan fasilitas jadi lebih luas.

Kami sampai di lokasi pukul dua sore, akibat macet dan belum hapal jalan. Areal parkir cukup luas ada di lokasi parkir khusus dan sepanjang jalan masuk menuju Kuntum Farm Field. Bersebelahan dengan Kuntum Farm Field ada restoran Teras Air dan beberapa tempat makan bentuk saung-saung. Selain itu, lokasi wisata juga berbatasan dengan perumahan bernama Teras Hijau Residences.

Bagian Depan Kuntum Farm Field

Asri.

Kata yang terbayang begitu menjejakkan kaki di Kuntum Farm Field. Walau cuaca masih panas terik setidaknya banyak pepohonan hijau, airan air dari kolam-kolam ikan hadirkan kesejukan sepanjang mata memandang. Kami masuk ke lobby. Terkesima lihat bangunan di area lobby nampak seperti 'setengah jadi' karena minim tembok, hanya tiang-tiang dan atap semi transparan. Tapi di mata saya justru disinilah letak seninya.

Setelah bayar tiket Rp 30.000,00/orang kami menuju pintu masuk. Penataannya cukup apik, batu-batu alam, kolam ikan, dinding semen, tanaman, dan kayu-kayuan berikan kesan eksotis. Di bagian depan ini tersedia fasilitas beberapa kolam ikan dan ada kolam terapi ikan (terapi yang ikannya gigitin kaki kita).  Selain itu ada juga galleri berisi furnitur kayu, marmer, lukisan, lampu dan hiasan cantik berupa pajangan lainnya.  Bunga, tanaman, dan makanan khas Bogor tersedia juga disini bisa sebagai oleh-oleh.

Galleri pada area lobby
Tua dan muda menikmati Fish Spa

Sera sudah nggak sabar masuk ke dalam mau tangkap kelincinya.  Dia tarik-tarik tangan Bebehnya, "Ayo masuk, Beh.. Ayo..".  Lalu kami masuk area pengecekan tiket. Kalau yang ini bangunannya terbuat dari kaca-kaca bening, tembus pandang mirip akuarium.  Kami transit sebentar saja, hanya mengecek tiket lalu dipersilakan ambil topi anyaman bentuknya mirip topi petani.  Jumlah topinya banyaak sekali, bertumpuk-tumpuk.  Mameh dan Bebeh sibuk milih topi tapi Sera malah geleng kepala.  Dia lebih memilih pakai si topi Arale oranye kesayangannya.  Dia bilang, "It's not goodie!"

Masuk juga, akhirnya!

Pertama masuk ke area kandang kambing, di bagian kiri berjejer kandang berisi anak-anak kambing dan domba.  By the way, ada yang tau belum bisa bedain kambing dan domba? Mbah Gugel aja tau (Lalu dilempar leptop..) Salah satunya dari ekor, kalau kambing selalu ke atas sementara domba kebalikannya, perbedaan lain ada di sini.

Kambing dan domba ini mengembik tampak kelaparan, "Mbeek.. mbeek... mbeekk.." Rupanya harus beli dulu susu buat anak kambing dan domba ini. Nggak jauh dari kandang ada tempat pembelian pakan dan susu ternak. Bebeh beli satu botol susu kambing seharga Rp 5.000,00. Harganya cukup terjangkau.

Kaki Sera belum cukup tinggi naik ke kandang kambing, jadi kasih susu kambingnya sambil digendong Bebeh.  Dia pilih kambing Etawa hitam-putih berukuran kecil, tapi ternyata kecil-kecil begini isapannya kuat juga.  Sera kewalahan, beberapa kali lepas dari mulut si kambing. Akhirnya pegang botol susu pakai dua tangan, sempet lepas-lepas dari tangan juga. Bebeh sigap bantu pegangin botol dot.  Lebih lucu lagi, ada kambing di kanan dan kiri si Etawa 'nyosor' kepengin ikutan mimik juga berebutan. Suasana tambah heboh nyusuin kambing kali ini.  Sensasi tarik-tarikan botol susu dengan mulut kambing yang bikin deg-degan buat ketagihan.  Makanya satu botol susu nggak bakal cukup.

Area berikutnya kelinci, hamster, dan marmut ada dalam bangunan tempat beli pakan ternak tadi.  Satu tempat mirip kandang besar, sebagian kayu dan sebagian lagi dinding semen. Di tempat ini suasananya teduh, lumayan buat mendinginkan kepala sejenak sehabis panas-panasan di tempat kambing tadi.

Siap-siap tangkap kelinci!
Kambing dan dombanya mimik dulu, gantian yaah.
 
Susu untuk domba, kambing (kiri) dan Sapi (kanan)
 
Makanan untuk bebek dan unggas lainnya.
 
Kiri makanan sapi, atas kanan makanan kelinci, bawah kanan yang siapin makan kelinci.

Kandang kelincinya lumayan besar, dinding terdiri dari kawat berlubang, lantainya berserakan tanah dan daun-daun kering. Oh ya saya hampir nggak mencium bau pesing, lho. Buat saya yang peka sama bau jadi lebih tenang dan nyaman, nggak akan khawatir suasana tangkap kelinci keganggu gara-gara pesing nya itu.

Sera sudah bawa makanan kelinci dari wadah anyaman berisi daun-daunan dan irisan wortel. Kelinci-kelinci tersebar di setiap sisi, tinggal pilih sesuka hati.  Jenisnya macam-macam ada kelinci biasa dan juga ada anggora.  Mereka semua jinak, ada yang mudah didekati tapi ada juga yang pintar lompat sampai susah ditangkap.

Kalau satu kelinci sudah kenyang, kita sodorin makanan dia bakal tutup mulut.  Itu tandanya harus cari kelinci lainnya. Disini kelinci-kelincinya tampak sehat dan bersih, hanya saja saya sempat lihat ada satu kelinci bagian telinganya berdarah seperti habis berantem.

Reaksi Sera gimana di kandang kelinci? Jangan ditanya deh. Sera girang banget di tempat kelinci, dia elus bulunya yang halus, Sera coba angkat tapi kelincinya malah lompat.  Kejar-kejar kelinci sampai akhirnya Bebeh tangkap buat Sera. Anak-anak pasti suka ada di kandang kelinci ini, beberapa saya lihat ada yang berani pegang dan angkat kelinci. Wow! ternyata saya masih kalah berani (ngumpet di pojokan).

Binatang lain juga lucu-lucu.  Marmut lebih pasif dari kelinci. Cuma di kandang marmut bau pesing menyengat, mungkin karena bau juga tampak nggak banyak pengunjung berlama-lama di kandang marmut. Selain itu ada hamster dalam kandang kaca.  Geli deh, kalau liat hamster apalagi bayinya yang masih merah.

Di bagian kandang sapi, tampaknya si sapi-sapi kekenyangan. Disodorin rumput mereka kompak GTM (gerakan tutup mulut). Ternyata nggak cuma anak aja yang GTM yah. He-he-he.  Yah apa daya, saatnya beranjak ke tempat lain.

Selanjutnya ada kandang anak-anak sapi, bebek, kandang burung dara, bermacam jenis ayam dan burung. Kandangnya unggas cukup bersih dan terawat.  Oh ya, kasih makan bebek juga seru, begitu biji jagung disebar mereka berbondong-bondong kumpul dan makan.  Leher panjangnya meliuk-liuk ambil biji jagung.  Saat makan pun, mereka bersuara layaknya paduan suara, kwak kwek kwok.

Kandang sapi
Kandang anak-anak sapi dan domba
Aneka ayam dan burung parkit
Kasih makan gerombolan bebek

Nah ini area yang sayang dilewatkan anak-anak, naik kuda. Sera paling hobi deh kalau udah naik kuda, dimanapun kapanpun nggak akan nolak.  Cukup bayar Rp 30.000,000 sekali putaran.  Jumlah kudanya kurang lebih ada 7, pada jam-jam tertentu kuda-kuda giliran beroperasi supaya nggak kelelahan.  Saat itu cuaca masih terik panas, walaupun gitu Sera nggak peduli.  Dia ketagihan sampai minta dua kali putaran.

Pose dulu sama kuda.

Fasilitas Kuntum Farm Field cukup banyak.  Ada pemancingan, juga tersedia saung-saung untuk acara gathering atau cocok juga buat arisan. Toilet juga cukup bersih dan nyaman.  Untuk mushola, tersedia di area restoran Teras Air. Selain itu ada kantin dan jajanan dekat area pemancingan, makan siang disini juga bisa karena berdekatan dengan restoran Kuntum Farm Field.  Karena kami sudah makan siang bekal dari rumah jadi cuma beli air putih aja satu botol.  Cuaca terik bikin cepat haus jadi pastikan bawa botol minum, jangan sampai dehidrasi.

Semuanya kita masuki hanya area petik tanaman yang dilewat soalnya Sera nggak suka bagian tanaman. Hiks. Padahal saya kepingin beli sayuran organik buat oleh-oleh. Sempat lihat ada kolam-kolam untuk tangkap ikan. Entah mengapa nggak ada satu pun ikan-ikan eh malah dipakai mandi anak-anak yang kepanasan.  Byarr.. byurr.. Rasanya jadi kepengin ikutan nyebur bareng, segerr...

Liburan ke nuansa alam begini memang asyik banget. Manfaat main ke nuansa alam yang saya sukai antara lain bisa menghirup udara segar (refreshing), belajar aneka ragam tanaman dan binatang, keberanian, dan memupuk cinta kasih sayang pada binatang. Apalagi Kuntum Farm Field Bogor bisa dijadikan pilihan destinasi liburan ala pedesaan yang jaraknya relatif dekat dari kota besar seperti Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Hampir seharian jalan-jalan di Kuntum Farm Field, kaki sudah pegal-pegal.  Lihat wajah Sera sumringah banget, puas main-main sama kelincinya sampai tiga kali masuk kandang kelinci. Waktu diajak pulang, eh Sera malah minta balik lagi ke kandang kambing pengin kasih mimik kambing-kambingnya lagi. Hmmm... Ga apa-apa deh, demi calon dokter lumba-lumba (Aaminin ya, Om, Tante) saya ikutin aja deh maunya.

Tips Sedikit tips buat Teman-teman yang mau ke Kuntum Farm Field: - Pastikan bawa air minum yang cukup - Kacamata hitam buat menangkal silau matahari - Areanya ramah stroller, bawa bila perlu - Baju ganti, bila anak mau main air

Sambil jalan menuju parkiran, Sera bilang sesuatu. Matanya berbinar-binar, "Mameh, besok kita ke sini lagi, yah?!"

Kuntum Farm Field
Jalan Raya Tajur 291 Bogor
 

14 thoughts on “Tangkap Kelinci di Kuntum Farm Field Bogor

  1. Tempat yang ideal untuk mengenalkan alam pada anak. Klo seandainya di bagian tanaman petik ada banyak ragam umbi-umbian malah bagus. Soalnya banyak lho yg sudah gede nggak bisa membedakan antara jahe dan lengkuas. 😀

  2. salam kenal mbak…
    saya lagi cari referensi buat liburan anak2 sehabis UAS nanti nih, tentunya yg tidak terlalu jauh.
    Terbantu banget baca blog mbak ttg Kuntum Farm Field ini.
    Apa ada referensi juga tentang kuliner di Kuntum Farm Field mbak? Soalnya pengennya kami sekeluarga makan disana juga. Thx

    1. Hay mba Dinar, salam kenal juga. Resto di paling dekat Kuntum Farm Field ada namanya Teras Air, jaraknya sangat dekat masih satu wilayah.

      Sekilas lihat menunya ada western dan khas sunda juga. Sayangnya waktu itu kami bekal dari rumah jadi belum sempat icip2 makan di Teras Air. Kata blogger lain yg pernah kesana makanannya masih terjangkau dan rasanya enak.

      Selamat liburan sama keluarga ya Mbak… makasih dah mampir 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *