BFC Mini Farm: Main Sambil Belajar Aneka Binatang

BFC Mini Farm  

Libur akhir pekan kemarin Sera main ke BFC Mini Farm, sebuah tempat wisata edukasi dan agrobisnis di Tangerang Selatan. Kalau yang pernah nonton acara tv seperti Laptop si Unyil, Modern Moms, atau tayangan si Komeng Jalan-jalan, banyak yang sudah menayangkan BFC Mini Farm. Wahana edukasi ini cukup terkenal dan banyak diliput media.

Kami sempat ngobrol sebentar dengan pemilik BFC Mini Farm, namanya Bapak Cuncun Setiawan. Pada tahun 2002 awalnya BFC merupakan peternakan dan budidaya lobster air tawar.  Kemudian pemilik memelihara kelinci mini, landak mini dan kura-kura. Tak hanya memelihara, Pak Cuncun memperjualbelikan lobster, kelinci mini dan landak mini.    Lama kelamaan makin banyak masyarakat yang tahu tempat ini maka permintaan kunjungan dari sekolah pun berdatangan.  Tak hanya per-kelompok, BFC juga menerima kunjungan per orang.  Dari situlah mulanya BFC jadi wahana edukasi sekaligus agrobisnis.

Di BFC Mini Farm anak bisa interaksi langsung dengan para binatang sehingga anak bisa punya pengalaman sentuh, pegang, mandikan dan beri makan.  Harapan si pemilik, anak bisa belajar jauh lebih banyak tidak sekedar teori saja.

Kami nggak sengaja menemukan BFC Mini Farm, awalnya Sera ingin punya peliharaan kelinci.  Browsing deh tuh, tempat jual kelinci seputar Tangerang Selatan lalu ketemu di BFC Mini Farm ini. Waktu itu kami cuma beli kelinci nggak ikut tur karena sehari sebelumnya baru main tangkap kelinci di Kuntum Farm Field.

     Luas BFC Mini Farm 5000 m2 atau setengah hektar terdiri dari area kolam budidaya lobster, kolam kura-kura, area landak mini, kandang kelinci, area taman tangkap kelinci dan area kolam permainan tangkap lobster.    Nah, untuk biaya masuk sebesar Rp60.000,00 per orang, baik anak maupun dewasa harganya sama.  Harga tersebut bisa berubah bagi pengunjung kelompok TK atau kelompok lainnya.

Tur BFC Mini Farm

    Seorang bapak jadi pemandu tur kami kali ini, namanya Pak Dedi.  Beliau ajak berkeliling dari satu area binatang ke area lainnya.  Kebetulan saat itu BFC mini farm lagi sepi pengunjung, cuma kami bertiga. Walaupun sedikit mereka tetap menerima kunjungan.    Di bawah ini urutan Tur BFC Mini Farm kami, ikut yuk...
 
1. Kasih makan ikan nila     Waktu kami datang pas jam makan siang, 12 teng.  Sera sambil saya suapi di dekat kolam ikan, Pak Dedi lalu tawarkan kasih makanan ikan nila-nya. Begitu makanan disebar, ikan-ikan kumpul bergerombol, rebutan makan, sampai terdengar suara "ceplak, ceplok."
BFC Mini Farm : Ikan
2. Nonton tayangan BFC Mini Farm
    Setelah itu kami diajak nonton tayangan Modern Moms tentang liputan BFC Mini Farm. Tempatnya di dekat aquarium lobster.  Isi tayangannya cerita Mona Ratuliu mengajak tur anak-anak berkeliling BFC. Dari nonton tadi kami dapat gambaran kira-kira bakal ngapain aja di sini.    Kalau pengunjungnya dalam jumlah banyak, nonton dalam ruangan multimedia seperti aula. Menampung sekitar 100 anak.
BFC Mini Farm : Nonton
"Wuih, seru ya filmnya." (anggap aja di XXI ya Mam)
 
2. Landak mini
    Tur selanjutnya kami diajak ke kandang Landak Mini.  Yeay. Ruangannya seperti garasi berukuran lumayan besar.  Sekelilingnya berderet kandang landak bentuk aquarium dua tingkat. Kandangnya cukup bersih, walaupun masih tercium bau pesing tapi nggak mengganggu. Pak Dedi bawa satu landak mini usia 1 tahun, dia angkat badannya yang berduri. Ukurannya sebesar telapak tangan orang dewasa. Beliau tanya ke Sera, “Sakit ngga ya kalau kita pegang?”
    Lalu Pak Dedi mulai nyerocos semua tentang si landak mini. Di sinilah BFC memasukkan unsur edukasi-nya. Kata Pak Dedi, "Landaknya jinak, dipegang ngga akan gigit. Elus aja searah dari kepala sampai ke badan."    Awalnya Sera takut-takut gitu. Dia deketin pelan-pelan terus  agak ragu pegang duri duri landaknya.  Pak Dedi bilang, "Nggak tajam kok, kaya sikat" sambil elus-elus si landak.
BFC Mini Farm : Landak Mini
Landaknya jinak deh, lucu banget.
 
Habis itu kita mandiin, sikat badannya pakai sikat gigi dan sampo anak, dikeringin pakai handuk dan bergaya deh, foto sama landak mini nya.
BFC Mini Farm : Sikat Landak Mini
Sikat yang bersih sampai kinclong ya, Nak.
Disini juga dijual landak mini sepasang harganya 600 ribu rupiah, kalau satuan 300 ribu rupiah. Belum termasuk kandang dan perlengkapan lainnya. Dulu waktu masih langka sekitar 10 tahun lalu harganya bisa belasan juta rupiah sepasang. Ckckck. 3. Lobster air tawar
    Puas ngubek-ubek di kandang landak mini, kami pindah ke tempat pertama waktu nonton tadi.  Di sini saatnya kenalan dengan lobster dalam aquarium.  Pak Dedi angkat satu lobster besaar banget sambil nunjukkin ke Sera, "Ini lobster laut" .    Sera merengut, geleng-geleng, badannya mundur-mundur nggak mau pegang.  Takut.  Saya mikir kok bisa ya ada lobster gede buanget gitu tapi dia nggak gerak-gerak.  Lama merhatiin, begitu saya deketin di bagian perutnya ada tulisan 'Made in China'. Oalah.. ternyata itu cuma mainan bentuk lobster. Ketipu deh kita.  Ha-ha-ha.
    Sera tetep ngga mau deketin, atau nanggepin si bapak. Kerjaannya cuma geleng-geleng kepala doang, merengut.  Lalu pak Dedi bawa satu lobster lebih kecil, kira-kira ukurannya  15 cm.  Nah yang ini lobsternya gerak-gerak capit dan kaki-kakinya.  Pak Dedi ajak Sera berhitung berapa jumlah kaki si lobster, tapi tetep Sera nggak mau jawab.  Masih geleng-geleng.    Si bapak pada akhirnya nyerocos sendirian. Sabar ya, pak... *pukpuk*
BFC Mini Farm : Lobster Air Tawar
Sera nggak berani deket lobster.
 
BFC Mini Farm : Lobster Air Tawar Jantan Betina
Serarah jarum jam: lobster betina, lobster jantan, Sera sama lobster, dan cangkang lobster setelah ganti kulit.
 
4. Kura-kura
    Sera masih nggak 'eggcited', Pak Dedi lalu pergi ambil kura-kura. Jenisnya adalah kura-kura darat Gajah Sumatera.  Kenapa disebut gajah? soalnya bentuk kakinya bulat seperti gajah. Usianya sekitar 30 tahun dengan berat 8 kilogram. Dia nggak gigit, makanannya sayuran dan buah. Dan buah favoritnya adalah pepaya, kebalikan banget ama Sera yang paling emoh sama buah ini.
BFC Mini Farm : Kura Kura
Duh tatapannya, horor euy.
Sera keukeuh nggak bergeming, pasang muka jutek pas Pak Dedi cerita ini itu. Akhirnya Pak Dedi ajak mandiin kura-kura yang lain.  Kali ini penyu raksasa asal Papua.  Beratnya mencapai 50 kilogram dan berusia 80 tahun, panggilannya 'Opa'. Rada bercanda, si bapak bilang kalau kura-kura yang muda dipanggilnya "Oppa Gangnam Style".Hmm...Lalu Sera melototin pak Dedi dengan muka super judesnya. Semangat Pak, biarin aja dia mah emang gitu anaknya. *kibas pompom*  
BFC Mini Farm : Mandiin Kura Kura
BFC Mini Farm : Duduk Kura Kura
Setelah dipaksa, mau juga pose sama kura-kura.
 
 
5. Kasih makan kelinci
    Kebetulan Sera udah punya kelinci, jadi pas ngasih makan kelinci agak ogah-ogahan gitu.  Mana kandangnya semilir bau kencing kelinci, pesing banget. Duh bikin puyeng deh... Jadi kita nggak lama-lama di sini.
BFC Mini Farm : Kelinci
6. Tangkap kelinci
    Saat paling ditunggu-tunggu yaitu tangkap kelinci.  Sera udah nggak sabar kepingin lari-lari tangkap kelincinya kaya waktu pengalaman di Kuntum Farm FIeld dulu. Dan bener aja, muka juteknya berubah jadi sumringah.  Dia lari ke sana kemari, kejar si kelinci.    Ada sekitar 6 ekor kelinci dewasa yang keliaran di halaman rumput berbentuk L.  Emang ya si kelinci-kelinci ini lincah banget, begitu ditangkap, masuk ke keranjang eh dia kabur lagi. Bertiga aja heboh, apalagi pas rombongan sekolah ya? Hihi.
BFC Mini Farm : Tangkap Kelinci
Ada sensasi tersendiri pas kejar-kejaran itu, lumayan bisa bergerak di siang hari hitung-hitung olahraga.  Cukup lama kita di sini sekitar 20 menit. Setelah cape dan bosan, Pak Dedi ajak masuk ke dalam sebuah rumah menuju halaman belakang yang ada kolam lobsternya. 7. Tangkap lobster
    Lihat air warna biru bening di kolam lobster bawaannya pengen nyebur aja.  Segerr. Siang hari pas matahari lagi panas-panasnya, lalu cape habis tangkap kelinci kepingin rasanya mendinginkan badan.    Kolam seluas 5x5 meter ini memiliki air setinggi mata kaki.  Di dalamnya banyak bertebaran lobster-lobster yang siap ditangkap.  Kami disediakan tiga jaring lobster dan satu box styreofoam untuk masukkan hasil tangkapan.
Yak, perburuan di mulai!
BFC Mini Farm : Tangkap Lobster
Si mameh nggak mau kalah ikut tangkep lobster juga
 
    Tangkap lobster sih, lumayan mudah. Kecuali beberapa lobster gerakannya lincah, begitu di tangkap dia berenang mundur-mundur atau maju.  Sebagian lagi seperti udah pasrah gitu. Ditangkep ya diem aja. Ga ada perlawanan sama sekali. Hahaha.
    Rasanya begitu injak air rasanya segerr banget. Kalau tangkap kelinci jadi klimaks puncaknya tur selama di BFC, nah pas main tangkap lobster ini anti klimaksnya. Pendinginan dulu habis panas-panasan merasakan sensasi segarnya air, nyess...Huaa... jadi betah lama-lama di sini.
BFC Mini Farm : Berburu Lobster
    Tur ini total waktunya kurang lebih dua jam itu pun nggak berasa soalnya dari satu ke area lain kita terlibat aktif sama binatangnya. Sampai lupa waktu deh. Menurut saya sih nggak bosenin, kalau lapar iya banget.    Oke deh, tangkap lobster jadi area terakhir sekaligus penutup tur di BFC Mini Farm. Gimana nih, Teman-teman tertarik ajak si kecil seru-seruan di sini?
 
Mameh's thoughts on BFC Mini Farm
  • Lain kali mau bawa bekal makanan yang banyaak. BFC ngga jual makanan kecuali lobster yang bisa dimasak di sana.  Ga boleh sampai kelaparan dan kehausan lagi ah.
  • Baju ganti juga harus dibawa, karena main tangkap lobster ga seru kalau nggak basah.
  • Lumayan nih, pulangnya dapat 3 suvenir kura-kura dari keramik. Bisa buat kenang-kenangan, walaupun saya mah kepinginnya landak mini *dikeplak lobster sama pak Cuncun*
  • Di BFC bisa beli Lobster, perkilo harganya 150.000 isi 20 buah lobster. Bisa fresh atau beku.
 
BFC Mini Farm
Buka Setiap Hari
Kp. Tegal Rotan RT 03/07 No.123
Desa Sawah Baru Ciputat
Bintaro, Tangerang Selatan
www.BfcMiniFarm.com
 

3 thoughts on “BFC Mini Farm: Main Sambil Belajar Aneka Binatang

  1. Wah coba kalo ada di Bandung, sering-sering diajakin kesitu, di BonBin bandung, kebanyakan binatang jenis kera nya, gak ada yang unik gitu… yang diliatin buaya, gajah, uler, beruang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *