Welcome Back, Mameh

Hola, Salam untuk Teman-teman pembacaku tersayang. Baik yang sengaja mampir di blog ini atau karena kebetulan lewat. Hehehe. Senang bisa bertemu kalian lewat dunia maya lagi. Makasih waktunya ya. Serius si Mameh kangen banget posting di blog.. Sejak terakhir nulis udah 2 tahun lalu dong! Inilah rekor baru vakum terpanjaaang dalam sejarah blog Mameh's Tale 😉

Dua tahun belakangan nggak enak banget rasanya dihantui pikiran "kapan ngeblog? kapan ngeblog? kapan? kapan?"

Buat saya pertanyaan 'kapan ngeblog' sama horornya dengan ditanya kapan nikah, kapan punya anak, kapan nambah anak dan seterusnya. Serius 😉

Seperti Deja Vu, kelemahan saya waktu ngeblog terulang lagi. Yup, susah rasanya mengatur waktu. Mau buka laptop aja berat banget, udah keburu lelah sama rutinitas di rumah sama anak-anak.

Lelah hayati...

Nggak terasa ya, 2 tahun itu waktu yang cukup lama lho. Emang mameh ngapain aja sih selama itu? Hmm... Mau tau banget apa mau tau aja? Hehehe.. Kira-kira begini flashback ngapain aja si mameh menghilang dari blog diantaranya ini...

2020

Januari

Awal tahun yang berkesan banget, soalnya di bulan Januari 2020 kami sekeluarga sempat liburan yang rada jauh ke Wonosobo. Sekaligus silaturahim ke keluarga suami keponakan yang letaknya di kaki gunung Dieng. Waktu itu pertama kali perjalanan jauh sekeluarga The Triyogos. Ditambah keponakan (Nisnos), adiknya (Bimbim), plus suami ponakan (Rere) yang tugasnya jadi driver selama perjalanan.

Karena Mameh dan Bebeh sama-sama dari Bandung-Cimahi, kalau waktunya mudik kan cuma bentar aja paling 3 jam- 5 jam. Kita nggak punya cerita kaya seharian di perjalanan buat ketemu sodara & keluarga pas mudik. Inilah kesempatan merasakannya. Hehehe...

Start dari Bekasi ke Wonosobo kurang lebih 14 jam dan selama itu anak-anak anteng menikmati pemandangan. Alhamdulillah...

Ngapain aja kita di Wonosobo?

  • Silaturahim keluarga
  • Naik ke puncak Gunung Dieng
  • Jajan Mie Ongklok Khas Wonosobo
  • Nginep di hotel Kresna Wonosobo (pengalaman nginep di sana ternyata hotel itu rada serem)
  • Beli oleh-oleh Carica dan kerupuk khas Wonosobo

Pada saat itu, bulan Januari kondisi di Indonesia masih aman tentram nyaman. Sementara kabar berita di TV menyiarkan ada wabah virus baru yaitu Corona di Wuhan China. Virus ini sangat parah, mudah menularkan ke banyak orang sampai korban berjatuhan meninggal, dll. Pokoknya serem banget kalau inget-inget awal ada kasus Corona. Tapi dalam benak saat itu wabah Corona nggak akan terjadi sampai ke negara kita.

"Ah itu kan di China.." batin saya.

Januari masih aman..

Februari

Rutinitas masih seperti biasanya. Antar jemput sekolah, ngobrol sama teman-teman. Aman lancar jaya sentosa.

Maret

Pertama kali ada berita kasus Corona alias Covid-19 di Indonesia berasal dari kota Depok. Diikuti kasus lain yang semakin bertambah pelan-pelan.

Masyarakat saat itu banyak yang masih nggak percaya dan menganggap nggak akan sampai parah. Saya juga sama sih, antara yakin nggak yakin virus ini nyata.

Ketika berita-berita di TV mulai menyiarkan wabah Corona di hampir negara di seluruh dunia. Inggris, Amerika, India, dan banyak banget yang lainnya. Dari situ saya ikut panik deh, pas tahu ancamannya bisa merenggut nyawa penderitanya.

Berdasarkan keputusan Pak Presiden, untuk mencegah penyebaran Covid Pemerintah menutup sekolah-sekolah. Sejak saat itu pula anak-anak sekolah di rumah. Bulan Maret pertama kali Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dimulai... Artinya kita nambah peran jadi Bu Guru yah para Bunda-bunda sekalian. Hohoho *siapin stok sabar*

Dadah-dadah nggak ada lagi antar jemput anak sekolah. Bye-bye jalan-jalan, ketemuan temen-temen... Lalu Pemerintah pun resmi memberlakukan lockdown sementara.

Pekerja kantoran mulai menginstruksikan kerja dari rumah buat para karyawannya, termasuk Bebeh. Work from home (WFH) lumayan membawa berkah tersendiri, mengurangi lelah macet di jalan, kurangi jajan makan siang. Butuh adaptasi buat perubahan dari kerja kantor ke rumah. Bebeh sempat begadang-begadang buat koordinasi sama teman kantornya.

Waktu lockdown pertama itu, Jakarta sepi banget.. Tangsel juga sepi. Saat itu Pemerintah lagi gencar-gencarnya membuat gerakan #dirumahaja dan #3M (Memakai masker - mencuci tangan - menjaga jarak) untuk mencegah wabah Corona meluas.

Kita pun bener-bener di rumah aja.... Ikuti anjuran pemerintah, dengan segala penyesuaian yang ada. Bosan, sudah pasti sama dengan yang lainnya. Tahan, tahan, tahan demi nggak menyebarnya virus nakal ini.

Protect ourselves with 3M

April 2020

Bulan puasa pada saat pandemi berlangsung... Rasanya sepi... Semua membatasi aktivitas. Kita masih ikut anjuran pemerintah. Nggak merayakan lebaran di Bandung sama keluarga.

Sepi, sedih, walau begitu harus bertahan demi kebaikan semuanya.

Pokoknya nggak bisa merayakan hari raya Idul Fitri sama keluarga besar. Sedihnya sampai ke ulu hati... Huhuhu...

Silaturahim lebaran diganti dengan silaturahim virtual, semua serba online. Nggak pada beli baju baru, nggak stok kue lebaran banyak-banyak dan gak bisa bagi-bagi uang lebaran langsung. Eh tapi masih bisa transfer kok. Hehehe.. Nggak mengurangi pahala kebaikannya, insyaAllah...

Mei 2020

Kasus Covid perlahan naik dan semakin naik. Kita masih menjalani program sekolah di rumah alias PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) juga WFH (Work from home).

Anak-anak mulai terbiasa di rumah aja. Awal-awal mereka bosan, kapan bisa main ke Bandung, jalan-jalan tanpa pakai masker, ke mall, ke luar kota, dan main sama teman-teman. Entah sampai kapan, vaksin belum ditemukan saat itu, jadi bener-bener masih misterius.

Syukurlah anak-anak nggak pernah bosan main barbie. Mau pagi, siang sore, selalu dimainin. Ceritanya beda-beda, kadang lagi sekolah, liburan, atau di rumah aja. Bener-bener barbie penyelamat hidupku dari teror kapan pandemi berakhir...

Juni 2020

Apa ya.. lupa.. Hehehe...

Juli 2020

Semuanya seperti biasa, sampai pada saat akhir bulan, ada kabar yang bener-bener membahagiakan di tengah pandemi. Mameh garis dua!!

Alhamdulillah wa syukurillah... 🙂

Kehamilan yang sangat ditunggu-tunggu karena sesuai rencana pengen punya 3 anak. Di sisi lain banyak banget kekhawatiran hamil melahirkan di era pandemi akan kaya gimana? Bisa nggak ya? Karena resikonya sangat besar.

Gimanapun juga, namanya rezeki dari Alloh Swt harus dijaga dengan baik-baik. Jadi sejak ada garis dua di testpack, saya bener-bener menjaga gak akan kemana-mana, kurangi aktifitas berat, dan ikuti protokol kesehatan.

Agustus

Kontrol kehamilan pertama, ke dokter kesayangan dr. Riyana Kadarsari. Pokoknya sejak lahiran anak kedua, harus banget kalau hamil lagi sama dokter ini. Orangnya sungguh asik, nggak bikin paranoid kalau konsultasi tentang apapun. Asli kagum sama ke-santuy-an beliau. Di bayangan saya kehamilan ini akan menyenangkan ditemani dokter asyik.

Saya pilih kontrol ke dr. Riyana di RSIA Bina Medika Bintaro. Rumah sakit ini baru buka, lho. Dulunya bangunan rumah sakit bernama BEC alias Bintaro Entertainment Center. Tempat kita jajan favorit Pizza rumahan di resto Signora Pasta. Dulu sih mal ini nggak ramai pengunjung, karena kurang laku kali yah jadi tutup. Setelah berubah jadi rumah sakit malah ramai. Terkenal di kalangan ibu-ibu millenial, di-endorse sama artis Ammar Zoni-Irish Bella, Citra Kirana-Rezky Aditya, Anthony Xie-Audi Marissa, dan banyak lagi deh. Seru kayanya sering ketemu artis di RS ini. Hehe..

Anyway, sebetulnya alasan penting saya memilih RSIA Bina Medika Bintaro bukan karena artis2 itu lho, tapi karena alasan keamanan. RS ini judulnya RSIA dikhususkan untuk ibu dan anak, pasien yang berobat lebih spesifik. Saya harap semoga nggak bercampur sama pasien yang sakitnya lain-lain. Masih dalam rangka jaga-jaga kehamilan dari hal yang nggak diharapkan.

September 2020

Bulan ini adalah bulannya si Mameh karena alhamdulillah menapaki usia 34 tahun. Banyak bersyukur banget, karena selama ini selalu diberikan kesehatan, dan banyak doa yang terkabul termasuk hamil lagi.

Pertengahan usia kepala 3 semakin memahami kehidupan saya ini bukan milik saya sendiri atau keluarga sendiri. Saat melihat sekeliling banyak orang-orang yang saya sayangi, dan rasanya hati ini ingin bisa selalu memberikan yang terbaik buat mereka. Nggak hanya materi, tapi juga immateri seperti dukungan, semangat, kepedulian, perhatian, atau ilmu.

Di pikiran saya selalu muncul:

Apa yang bisa saya berikan? Apa yang bisa saya bantu?

Bantu mencari solusi masalah, bantu gambarin, bantu nasihat, bantu sumbangan, dan masih banyak. Kalau saya bisa mah insyaAllah...

Namun di sisi lain saya sadar, dengan kemampuan yang dimiliki saat ini. Anak masih butuh perhatian besar. Soalnya kadang saking semangat membantu, sampai untuk urusan keluarga sendiri jadi harus di nomor dua kan atau di tiga kan. Sampai menyita pikiran tenaga. Huhuhu.

Akibatnya emosi suka naik turun waktu menghadapi anak-anak. Nah kan..

Sepertinya keinginan untuk berkontribusi buat sekitar harus di rem dulu, terlebih kondisi hamil seperti ini. Prioritaskan kesehatan ibu dan janin.

Maka dari itu beberapa project saya tunda, atau batalkan mungkin sampai waktu setelah lahiran. Mungkin...

Oktober 2020

Mual parah! Ngidam di kehamilan ke-3 ini mulai menunjukkan jati dirinya. Saya muntah lebih banyak, nafsu makan menurun drastis, lemes, pusing, nggak mau ngapa-ngapain.

Makan apapun nggak selera, harus beli go-food. Nggak mau masakan yang disiapin di rumah. Ini itu serba salah pokoknya. ngidamnya agak repot nih.

Kegiatan di trimester pertama cuma maunya di kasur, duduk, rebahan, nonton youtube mistis kaya Jurnal Risa, Kisah Tanah Jawa, Sara Wijayanto dan Frissly. Aneh ya, kok tiba-tiba seneng hal-hal yang berbau supranatural gini. Nggak ada takut sama sekali, malah nagih pengen nonton terus.

Mual ini bertahan sekitar 1 bulan. Saya nggak bisa pegang anak-anak, mereka sementara diurus sama asisten. Walau hati ini beraaaat banget menyerahkan sama orang lain tuh. Biasa 24 jam sama kakak dan adek. Sedih sih, tapi mau gimana lagi karena ku tak sanggup.

Malah diprotes sama kakak karena di ulangtahunnya saya malas-malasan. Nggak semangat buat bikin syukuran dia, padahal buat kakak itu penting banget. Nangis dia.. Duh, maafin mameh ya kak...

November 2020

Kontrol trimester pertama ke dr. Riyana di usia kehamilan 12 minggu. Alhamdulillah detak jantung ada, janin berkembang, mual masih kadar normal menurut dokter. Semua oke... alhamdulillah.

Oh iya, di bulan ini saya resmi jadi nenek. Setelah kelahiran anak pertama dari keponakan yang berjenis kelamin laki-laki, baby A. Wah gak nyangka udah jadi nenek nih, panggilannya nggak mau yang tampak kaya tua dong yah. Kan saya nemud alias nenek muda.

Mikir berpikir akhirnya menemukan nama yang cocok yaitu Omi buat si Mameh dan Opi buat si Bebeh. Hehehe. Gimana, sudah cukup alay belom?! Biarlah yang penting kami senang....

Semoga baby A tumbuh jadi anak sehat dan kuat ya soleh... Panggilan kakak dan adek pun berubah jadi Onty. Hihi, kecil-kecil udah jadi tante nih. Eh malah si utun yang di perut mameh juga bakal jadi om/tante. Tuaan ponakannya dong.

Desember 2020

Tren covid-19 masih belum mereda juga. Akhir tahun biasa dihiasi dengan perayaan meriah tapi tahun ini masih harus #dirumahaja. Nggak bisa ketemu teman dan saudara. Pemerintah melarang kumpul-kumpul karena bisa rentan penyebaran virus.

Alhamdulillah, mual sudah jauh berkurang. Nafsu makan membaik mulai bisa menikmati kehamilan ini. Yuk semangat yuk.

Dadah 2020 yang ajaib. Kita siap pindah tahun ke 2021, semoga pandemi cepat berlalu..... Ku kangen suasana normal beneran, bukan new normal.

Postingan ini disudahi dulu sampai Desember aja yah.

Semua nggak sama lagi

Intinya di tahun 2020 semua serba berubah dengan cepat. Hidup kita nggak sama dengan sebelumnya lagi.

Pastinya menjadi tahun yang berat buat kita semua, terutama tahun perjuangan buat para nakes. Salut untuk para dokter dan tenaga kesehatan untuk selalu di garda terdepan supaya virus ini nggak terus-terusan menggerogoti dan menelan korban jiwa. Belum ada tanda-tanda kapan pandemi berakhir. Hiks..

Yang bisa dilakukan saat ini kudu siap-siap banyakin stok sabar, tetap jaga protokol kesehatan dan ikuti anjuran pemerintah buat di rumah saja.

Bismillah, semangat dan semoga sehat-sehat semuanya!

Begitulah kira-kira curhatan panjang saya selama hilang kemarin. Sesuai janji ke diri sendiri, setelah saya punya waktu luang harus dipakai nulis lagi.

Terima kasih sudah mau membaca postingan ini ya Teman-teman.

Stay safe and see u in the next post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *