Jalan-jalan Aman saat Pandemi di Kuntum Farm Field

Halo.. apa kabar Teman-teman? Selama pandemi ini sudah berapa lama absen jalan-jalan sama traveling? Hehehe. Nggak bisa dimungkiri kelamaan #dirumahaja bisa bikin anak-anak suntuk bin mumet. Saya juga gitu, ditagih terus kapan jalan-jalan sama krucils. Banyak pertimbangan buat pilihan lokasi harus banyak ruangan terbuka juga tempatnya luas. Aha ada nih yang pas! Destinasi keluarga kami jalan-jalan aman saat pandemi ini ke Kuntum Farm Field Bogor.

Kuntum Farm Field salah satu wisata keluarga yang terbaik menurut si mameh. Sebetulnya saya sudah pernah review Kuntum Farm Field di blog lama mamehghina.blogspot.com. Postingan tentang jalan-jalan ke Kuntum ditulis tahun 2015 jaman anak masih satu unyu2. Sedangkan waktu ke Kuntum terakhir bulan Februari 2021 lagi otw anak 3. Hehehe.

Secara umum nggak banyak berubah penampilan luar Kuntum Farm Field dulu dan sekarang. Di bagian luar ada penambahan kafe tempat ngopi, area parkir masih sama, hanya pintu keluar-masuk kendaraan dibuat lebih lebar.

Lalu masuk ke area pintu masuk ada tempat cuci tangan di luar. Nah, pastikan jalan-jalan aman di era pandemi kita ke Kuntum Farm Field taat prokes. Jadi sebelum masuk kita harus mencuci tangan, diukur suhu dan jaga jarak dengan pengunjung lainnya. Masker nggak boleh lepas ya!

Jam operasional Kuntum buka Senin - Minggu dari mulai pukul 08.00 - 18.00 sore. Sebaiknya datang awal pagi hari supaya masih dapat udara segar dan nggak terlalu kena terik matahari.

Harga tiket Rp. 45.000 hari biasa dan 50.000/orang di akhir pekan. Dengan harga segitu kita dapat pakan ternak untuk diberikan ke hewan-hewan seperti ikan, ayam, dan kelinci.

Saat kita ke sana, pengunjung nggak banyak malah cenderung sepi. Terasa banget suasana lagi pandeminya, kalau hari-hari biasa mungkin sudah penuh sama pengunjung. Di sisi lain ada keuntungannya, jadi lebih nyaman dan leluasa buat eksplor.

Apa yang baru di Kuntum Nurseries?

Pertama kali masuk disambut sama geng hijau alias tanaman di area dekat penjualan tiket. Ini nih yang bikin saya betah di Kuntum yang sekarang yaitu banyaak banget koleksi tanaman hiasnya. Dari pintu masuk saja sudah kelihatan rak-rak tanaman hias aneka rupa, pot plastik maupun terakota, media tanam dan masih banyak lagi. Berbaris rapi cantik-cantik warna warni tanaman hias yang memikat hati.

Di tempat tanaman hias tadi semuanya dijual tapi sayang waktu saya masih sibuk milih tanaman eh anak-anak udah nggak sabar mau lihat marmut. "Ayo mameh.. cepetan jalannya.." kata si kakak.

Ya gimana mau cepet ini lagi bawa gembolan 8 bulan sih kak.. 🙂

Konsep Kuntum Farm Field sebagai wisata edukasi atau agrowisata, yaitu memadukan peternakan, perkebunan, pertanian dan perikanan. Dengan mengajak anak-anak ke Kuntum cocok untuk mengenalkan anak ke dunia agrikultur. Siapa tahu anak-anak punya bakat memelihara binatang atau bercocok tanam bisa disalurkan di sini.

Kalau kakak Sera sama ceceh Haura tujuan ke Kuntum mau lihat Guinea Pig atau marmut. Entah nonton apa di Youtube, mereka tertarik memelihara marmut lalu penasaran pengin lihat dari dekat.

Terus terang ya, untuk urusan peliharaan gitu cukup Spikey si Landak Mini aja. Nggak ada cerita nambah peliharaan lagi. Belum sanggup merawat hewan lainnya. Mana mau lahiran si mameh. Duh kebayang repotnya! Makanya biar gak penasaran kakak sama ceceh diajak kemari main sama marmut dan kelinci.

Kelinci dan marmutnya ada di kandang khusus lumayan besar, beda sama 6 tahun lalu. Dulu kandang marmut dipisah dengan kelinci dan baunya itu lho ampuuun deh pesing bikin pusing kepala. Syukurlah ada perbaikan yang jauh lebih baik sekarang. Nggak tercium aroma pesing lagi, jadi nggak khawatir anak-anak main lama sama marmutnya.

Oh iya, kandang kelinci waktu kita ke sana sedang direnovasi. Makanya si marmut dan kelinci disatukan di area yang sama. Walau digabung tapi mereka gak pada berantem, lho.

Kakak dan ceceh lama banget main di area sini, kasih makan marmut dan kelinci ada sekitar 1 jam an.

Selanjutnya kasih makan kambing-kambing Etawa. Pas bagian ini, kakak Sera yang semangat banget sementara ceceh takut dekati si kambing. Soalnya mereka lumayan agresif buat minta sayuran yang kita bawa. Gradak gruduk bikin kaget seperti mau nyeruduk.

Ngomong-ngomong sayuran buat pakan kita dapatkan dari tiket masuk yang ditukar di konter pakan. Kalau habis kita bisa beli lagi sebakul harganya 5.000 saja. Selain itu dijual juga susu buat kasih ke anak kambing dan anak sapi seharga Rp. 5.000 - 10.000 satu botolnya.

Gimana kalau lapar?

Jalan-jalan ke Kuntum Farm Field ini buat mameh si bumil harus siap cemilan. Maklum bumil kan selalu lapar. Kebetulan waktu itu perut udah keroncongan, eh bekal ketinggalan di mobil.

Syukurlah nggak jadi khawatir karena di dalam Kuntum tersedia kantin yang jual makanan buat pengganjal lapar. Ada snack, minuman dingin, bihun goreng, keripik-keripik, dan cemilan lain.

Pilihan saya waktu itu bihun goreng telur. Ukurannya nggak terlalu sedikit tapi juga nggak banyak. Dengan harga Rp. 20.000 an cukup buat nahan lapar beberapa menit. Kalau ditanya rasanya gimana, plain alias gak ada rasanya 🙂

Untuk cemilan anak-anak waktu itu beli oreo, wafer dan pocky snack. Nggak jajan makanan berat soalnya mereka mau makan bekal nasi + nugget dari rumah. Kebiasaan keluarga kami selalu bekal waktu jalan-jalan selain berhemat juga terjaga kebersihannya.

Perut lumayan terisi, lanjut kasih makan burung, bebek dan ikan di kolam. Gimana dengan anak-anak? Alhamdulillah mereka masih semangat, walau matahari semakin terik menyengat. Kaki anak-anak tetap lincah jalan kesana-kemari. Hembusan angin semilir masih terasa sejuk di pipi. Padahal sudah hampir tengah hari.

Suasana Kuntum Farm Field tuh nyenengin mata deh, beneran. Sekeliling hijau, banyak aneka hewan unik juga lucu plus spot foto-foto yang kece. Kalau capek jalan tersedia tempat buat duduk-duduk manis. Bikin betaah.

Karena area Kuntum sangat luaas, pengunjung pun nampak berjauhan jadi kita bisa lepas masker sesekali. Rasanya aah, refreshing dan menenangkan sambil menghirup udara segar.

Seketika lupa kalau lagi pandemi dan aktivitas dibatasi. Bener-bener deh, jalan-jalan kali ini obat stress #dirumahaja.

Lepas tengah hari, anak-anak sudah mandi keringat juga kelaparan. Tanda sudah saatnya pulang nih. Tapi masih ada satu lagi yang mereka penasaran yaitu naik kuda. Lokasinya ada di bagian paling ujung Kuntum.

Sebetulnya si mameh udah capek, cuma demi nyenengin anak akhirnya terus ikutin mereka. Lagipula menjelang lahiran diniatkan sambil olahraga... biar lahiran nanti lancar, yes… Aamiin.

Sesampainya di area naik kuda ternyata kita nggak menemukan kuda satupun. Lho kok?!

Kata penjaga di sana, kudanya istirahat sampai jam 1 an. Pada waktu itu kita kesana jam 12 siang. Yaah, anak-anak kecewa berat datang kurang awal jadi pada manyun deh mereka. Ok Noted, lain kali harus dibuat jadwal naik kuda di awal masuk biar kebagian.

Akhirnya kita memutuskan siap-siap pulang saja deh setelah puas main setengah hari di Kuntum Nurseries. Muka anak-anak kelihatan capeek tapi keseluruhan pada seneng. Mameh sama Bebeh ikutan happy juga. Alhamdulillah.

Beberapa kegiatan kita skip seperti mewarnai caping dan tangkap ikan karena nggak bawa baju ganti.

Terakhir sebelum meninggalkan lokasi Kuntum, kita sempat nongkrong di area kolam depan. LIhat ikan koi yang super besar-besar, juga ada patin raksasa, wiiih… Oh iya, kalau ke sini sempatkan mampir beli oleh-oleh sayuran organik atau cemilan di bagian oleh-oleh. Selain itu ada juga tanaman hias lucu-lucu buat nambah koleksi geng hijau di rumah.

Jadi jalan-jalan pas pandemi gini tetap bisa kan yah?! Hehehe.

Terima kasih sudah membaca sampai akhir, Teman-teman… see u on my next post.

Have a great day 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.